Friday, February 6, 2009

Ketika Aku Tua

Hi sobat muda...

Tanpa orang tua kita nga mungkin bisa ada di dunia ini. Karena kita bukan Adam atau Hawa, yang ada tanpa orang tua. Entah kenapa hari ini memori tentang orang tua menari-nari di bola mata gua. Huh, apa lagi pas dengar lagu bunda dr Melly Goeslow ama lagu Ayah Aku Mohon Maaf Ebiet G.Ade. Pengen pulang kampung buat ketemu mereka tapi apa daya mereka sudah nga ada. ^^

Beberapa hari yang lalu ada teman kos yang share ke gua kalo dia kangen ama bonyoknya. Dia juga share kalo sering banget bohong ama mereka. bohong kalo harus beli buku buat bahan kuliah padahal di pakai buat berfoya-foya.

Gua melontarkan satu pertanyaan ke dia dan pertanyaan itu membuat dia diam membisu. kalau bonyok loe udah tua, apa yang bakalan loe lakukan buat mereka? Cos gua pernah liat tuh ada anak yang ngirim bonyoknya ke panti jompo."

Sobat..Beberapa hari ini yang menjadi topik adalah pas valentine day mau ngasih apa buat si yayang? Nga ada yang berpikir buat ngasih sesuatu buat orang tua mereka yang mulai tua dan masih ada. Mumpung mereka masih ada, berikanlah sesuatu buat mereka, jangan hanya meminta banyak hal dari mereka doang!!

Sobat, bebearapa hari yang lalu gua menerima sebuah email dari seorang teman yang judulnya "KETIKA AKU TUA". Yuk kita baca....


Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku...... Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi? Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil. Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau di samping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan. Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

Sobat, jangan tunggu sampai mereka hampir mati baru mau melakukan sesuatu. Kita tidak pernah tau kapan mereka meninggal tapi kita harus tau kapan waktunya untuk melakukan sesuatu buat mereka. Jangan sampe pulsa habis buat telpon or smsan ama yayang tapi buat orang tua nga ada waktu.

With love,

Emmanuel Dewa Klasik Alexander

Sumber tulisan dari sebuah group di FaceBook, maka bagi yang belum join FaceBook silahkan cepat daftar!!

No comments: